Rabu, 06 Juli 2011

TIK-Tag Heuer Bikin Smartphone Android Premium

Smartphone berharga jutaan sudah biasa. Bagaimana jika seharga lebih dari Rp 50 juta? Ketika teknologi bukan lagi kebutuhan, namun sudah menjadi gaya hidup, harga 6.700 dollar AS untuk sebuah smartphone mungkin ditebus konsumen yang fanatik.

Diproduksi oleh perusahaan jam tangan mewah Tag Heuer, ponsel tersebut tak lepas dari unsur mewah pada desainnya. Material ponsel yang terbuat dari perpaduan stainless steel, emas, berlian, black PVD, titanium, karet, kulit anak sapi, kulit buaya, dan kulit karbon, membuat ponsel ini sangat unik dan berkelas.

Ponsel berukuran tinggi 118 mm, lebar 67 mm, dan diamater 16,6 mm ini memiliki berat 200 gram (termasuk baterai). Baterai Li-lon 1400mAh memiliki waktu siaga 330 jam dan waktu bicara 6 jam 30 menit. Dengan layar ponsel TFT 3,5 inci, ponsel ini dilengkapi kamera 5 MP, dengan 256 MB memori internal. Sistem operasinya menggunakan Android 2.2. Konektivitasnya dilengkapi stereo Bluetooth, AGPS, Wifi, WAPI.

Ponsel ini juga memiliki fitur-fitur hiburan seperti radio Edge dan HSUPA (3G) dengan 4 Band GSM / WCDMA Tri Band. Fitur musik dengan waktu bermain musik selama 11 jam. Untuk foto, resolusi layarnya 800 x 480 pixel degan 16 jutaan warna dan 5 Megapixel kamera auto focus dan video player serta perekam. Aplikasi yang bisa diunggah dari ponsel ini mencapai 250.000 aplikasi termasuk Adobe Flash Reader, Google Search, Google Maps, GMail, You Tube, dan E-Blogger.

Ponsel ini akan mulai dipasarkan bulan Juli 2011 di semua outlet Tag Heuer, namun video promosinya sudah beredar di Youtube sejak 24 Juni 2011 dan sudah dilihat sebanyak lebih dari 110.000 kali. Video berdurasi kurang dari 2 menit tersebut mendapat banyak respon dari berbagai negara.

Secara teknologi, ponsel ini mungkin termasuk mahal dan tidak sesuai dengan teknologi yang ditawarkan. Namun, jika dilihat dari segi fashion dan gaya hidup, ponsel ini bisa menambah rasa percaya diri karena desainnya yang mewah dari merk ternama Tag Heuer.

TIK-Chromebook Mulai Dijual Minggu Depan

Notebook dengan sistem operasi Chrome buatan Google yang disebut Chromebook akhirnya bakal segera tersedia secara komersial. Chromebook pertama yang dibuat Samsung Electronics mulai akan dijual di Amazon.com dan Best Buy Co minggu depan.

Harga Chromebook 3G dibanderol seharga 500 dollar AS per unit. Sementara Chromebook akses koneksi wi-fi saja dijual 430 dollar AS per unit.

Perangkat yang memiliki layar 12,1 inci dan berat 1,5 kilogram (kg) ini dilengkapi dengan dua USB ports dan card reader. Teknologi komputasi awan pun tersedia dalam tablet ini. Samsung mengklaim, ketahanan baterai tablet ini sampai 8,5 jam.

Cara penggunaan Chrome sama dengan browser web. Mengakses dokumen, permainan, bahkan menonton film dijalankan melalui browser. Pengguna dapat memperoleh aplikasi baru yang disesuaikan untuk sistem operasi, termasuk New York Times dan Angry Birds, yang dapat diunduh dari Chrome Web Store online.

Selain Acer, perusahaan komputer yang akan merilis Chromebook dalam waktu dekat adalah Acer. Google belum menginformasikan produsen mana lagi yang akan menyusul. Chromebook merupakan notebook kategori baru yang coba diperkenalkan Google dengan mengusung konsep cloud computing. Semua aplikasi dan data diakses lewat internet sehingga jika notebook hilang, pengguna bisa langsung mengembalikan akses ke konten seperti sediakala dengan perangkat yang baru karena semua data ataupun aplikasi diatur di cloud yang hanya dapat diakses dengan kunci rahasia masing-masing orang.

TIK-Samsung Tuding Apple yang Menjiplak

Samsung Electronics Co. kembali menggertak Apple Inc. terkait tuduhan pelanggaran hak paten. Apple dituduh menjiplak inovasi teknologi dari Samsung yang digunakan dalam produk-produk perangkat Apple seperti iPhone dan iPad. Sebelumnya, Samsung juga memperkarakan Apple di US International Trade Commission di Washington pada 28 Juni 2011 terkait masalah yang sama.

"Apple telah banyak menjiplak inovasi Samsung untuk perangkat-perangkat mereka," ujar pengacara dari Suwon, perusahaan kuasa hukum yang berbasis di Korea Selatan dalam pendaftaran perkara di pengadilan federal di Delaware.

Samsung yang juga memasok chip memori kepada Apple, telah menuntut Apple di Seoul, Tokyo, San Francisco, Mannheim, dan Jerman. Apple juga memiliki kasus hukum yang tertunda di Korea Selatan.

Apple pun membalas klaim tersebut dengan memprotes kepada Samsung bahwa perangkat Galaxy milik Samsung telah menjiplak iPhone dan iPad. Layar sentuh, zooming, scrolling, dan selecting menu di perangkat Samsung dituduh menjiplak Apple.

"Mereka sepertinya harus banyak melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka harus mendapatkan kesepakatan mengenai isu lisensi ini," ujar Seo Won Seok analis NH Investment & Securities Co. di Seoul.

Perseteruan paten di industri perangkat mobile bukan hal yang langka. Sebelumnya Nokia dan Apple sepakat mengakhiri semua perseteruan soal paten dan Apple bersedia membayar lisensi teknologi yang dikuasai Nokia pada produknya

TIK-Google Plus, Bakal Jadi "Facebook Killer"

Google baru saja meluncurkan Google+ (Google Plus), Rabu (29/6/2011) yang merupakan layanan jejaring sosial baru. Layanan tersebut ditengarai bakal menjadi pesaing kuat bagi Facebook.

Jejaring sosial milik Google ini membuka ruang bagi para penggunanya untuk membagi foto, pesan, dan komentar seperti layaknya di Facebook. Google juga menambahkan layanan peta dan images dalam Google+ ini.

Google pun mengklaim, jejaring sosialnya ini akan memudahkan orang untuk mengatur kontak tanpa membuat grup. Namun, beberapa analis teknologi informasi berpendapat, Google+ hanya mereproduksi fitur dari Facebook, dengan hanya menambahkan fungsi video chat.

Sebelumnya, Google juga telah melempar produk baru seperti Google Wave dan Google Buzz yang ternyata tak laku di pasaran. Namun, dengan produk anyarnya ini, Google tak mau gagal lagi. Manajemen menawarkan sedikitnya empat fitur yang menjadi andalan mereka :

1. Circles. Fungsi ini bisa digunakan untuk memasukkan nama-nama teman ke dalam grup dan pengguna bisa berbagi konten dengan format berbeda di dalam lingkaran pertemanan ini.

2. Hangouts. Ini adalah layanan conference lebih dari dua orang dengan video call.

3. Huddle. Layanan ini menyediakan grup-grup di jejaring ini untuk mengirim pesan instan.

4. Sparks. Fitur ini menghubungkan individu dalam jaringan ini kepada orang-orang yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu hal.

Saat ini versi Google+ baru bisa dinikmati oleh segelintir pengguna dan hanya bisa dinikmati lewat undangan dari pengguna yang sudah terdaftar. Tapi, Google berjanji secepatnya jejaring sosial ini bisa segera dinikmati oleh jutaan pengakses Google setiap harinya.

"Jejaring sosial seperti ini memerlukan pemikiran yang serius. Jadi kami masih butuh waktu untuk mempersiapkannya," ujar Vic Gundorta Senior Vice President of Engineering Google dalam rilisnya.

TIK-9 Alasan Beralih dari Facebook ke Google Plus

Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke Google+, mulai dari penggunaan yang gampang hingga privasi data.

Pertanyaannya "Dapatkah Google+ mengalahkan Facebook?". Pertanyaan tersebut sebenarnya mungkin tak terlalu tepat. Ini bukan tentang satu situs melawan situs lainnya. Google+ lebih besar daripada itu. Alasan mengapa Google menyebutnya "Proyek Google+" ialah bahwa Google+ akan menjadi bagian sentral dari keseluruhan identitas Google. Itu akan membentuk kembali perusahaan tersebut.

Jadi pertanyaan yang lebih tepat adalah "dapatkah Google mengalahkan Facebook?" Jika ditempatkan seperti itu, kontes tersebut tampaknya jauh lebih seimbang.

Tentu saja Facebook memiliki awal yang besar, tapi ada beberapa alasan baik bagi orang untuk secara serius meninggalkan Facebook untuk Google+. Setidaknya ada 9 alasan seperti dikutip Kompasianer, Oscar, dari PCWorld.

1. Integrasi dengan layanan Google

Porsi terbesar yang dimiliki Google untuk menarik orang menggunakan Google+ ialah integrasi. Artinya Google akan membangun fitur dan peralatan Google+ ke hampir semua layanan online-nya mulai dari pencarian dokumen hingga Video. Google+ sudah diintegrasikan ke hampir keseluruhan produk Google.

Ini memperkenankan Anda memonitor semua peristiwa Google+ (pesan, update, dan lain-lain) sewaktu membagi konten dengan teman tanpa meninggalkan layanan Google yang sedang Anda gunakan. Jutaan orang menggunakan layanan gratis Google (Gmail, Dokumen, Pencarian, dll.), dan dengan keterikatan layanan tersebut dengan Google+ mungkin akan mudah bagi seseorang meninggalkan Facebook.

2. Manajemen pertemanan yang lebih baik

Google benar bahwa konsep "lingkaran" atau Circle lebih sesuai dengan cara kita berteman di kehidupan nyata. Kita memiliki banyak jenis teman, dan kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan mereka dalam berbagai cara yang berbeda. Fitur Grup Facebook memperkenankan anda membentuk grup khusus teman, tapi dibandingkan dengan yang dilakukan di Google+, itu nampaknya tidak praktis. Lagi pula, Fitur Grup Facebook masih baru (tambahan), sedangkan Circle merupakan landasan dari platform Google+.

3. Aplikasi mobile yang lebih baik

Jika Anda adalah pengguna Android, anda bisa tahu bahwa memperoleh konten dari telepon Anda ke platform sosial lebih gampang, lebih bersih, lebih banyak fungsi dengan aplikasi mobile Google+. Aplikasi tersebut memang sudah mantap, tapi Google akan tetap mencari dan mencari cara untuk membuat Android anda menjadi anggota tubuh dari platform sosial Google+ anda. Google berharap untuk menggunakan basis pengguna Android-nya yang besar sebagai suatu bagian melawan Facebook, yang aplikasi mobile-nya walau kelihatan cantik tapi sedikit kikuk untuk digunakan.

4. Lebih gampang menemukan hal untuk dibagi

Fitur Spark Google+ merupakan satu lagi hal penting yang membedakannya dari Facebook. Spark ialah di mana Google mengungkit mesin pencarinya untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan Facebook yaitu memberikan pengguna aliran informasi instan yang relevan untuk dibagi bersama teman. Lantaran Facebook tidak memiliki mesin pencari, penggunanya harus meninggalkan situs itu untuk mencari data yang dapat dibagi atau menunggu teman mereka membaginya dengan mereka. Pertanyaan "bagaimana saya mencari sesuatu untuk dibagi" secara langsung dijawab dengan Spark.

5. Anda dapat mengambil kembali data Anda

Facebook dikenal kurang handal menangani data pribadi. Misalnya Anda dipaksa untuk membuat bagian tertentu data pribadi anda tampil ke publik, dan sangat sulit untuk secara permanen menghapus profil Facebook Anda. Di lain pihak, Google membuatnya mungkin bagi Anda untuk mengambil semua data yang Anda tempatkan di Google+ lalu pergi. Hal ini dilakukan melalui perangkat Google+ yang disebut "Data Liberation". Dengan hanya beberapa klik anda dapat mengunduh data dari Picasa Web Albums anda, Profil Google, Google+ stream, Buzz dan kontak.

6. Melabel foto lebih baik

Ketika melihat foto di Google+ anda dapat melabel nama orang-orang di dalamnya mirip dengan di Facebook. Anda membuat persegi empat kecil di sekitar wajah mereka, kemudian mengetikkan nama mereka pada kotak di bawahnya atau memilih salah satu nama yang diterka Google+. Namun ada perbedaan besar di mana Google menangani aspek privasi dalam melabel foto. Ketika Anda melabel seseorang, akan ada catatan seperti ini "Menambahkan label ini akan memberitahukan orang yang anda labelkan. Mereka dapat foto dan album terkait". Di lain pihak, Facebook tidak melakukan usaha untuk memperingatkan orang bahwa mereka telah dilabel (mungkin saja dalam foto yang tidak baik) dan memberikan mereka kesempatan langsung untuk mengeluarkan (remove) label itu.

Google juga telah memutuskan untuk sedikit malu menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah, yang sekarang digunakan Facebook untuk secara otomatis mengidentifikasi orang dalam foto yang diunggah ke album pengguna.

7. Fitur obrolan grup yang mantap

Google+ memiliki fitur yang mengalahkan Facebook dalam urusan obrolan. Gampang untuk membuat grup khusus obrolan vidio dengan menggunakan fitur Hangouts pada Google+, dan membuat grup khusus untuk mengobrol nampaknya merupakan sesuatu yang alami dan menyenangkan untuk dilakukan dalam jejaring sosial. Hal yang mirip juga dilakukan oleh aplikasi mobile Huddle yang membuat pengguna Android memulai obrolan teks grup. Facebook tidak menawarkan perangkat ini.

8. Membagi konten lebih aman

Anjuran privasi sudah lama meminta situs jejaring sosial untuk memperkenankan pengguna menentukan tingkat privasi setiap konten yang dibagi, daripada menggunakan daftar penyetelan awal yang menentukan semua konten yang dibagi. Google nampaknya mendengar permintaan itu, dan membangun kapabilitas tersebut ke dalam Google+. Sebagai contoh, jika saya membagikan artikel atau mengunggah gambar dari kamera, Google+ memberikan saya pilihan lingkaran teman mana yang ingin saya bagikan konten tersebut. itu merupakan keuntungan Google+.

9. Google lebih baik mengurusi data pribadi Anda

Menjalankan sebuah jejaring sosial, semuanya tentang tanggung jawab untuk mengurusi informasi pribadi pengguna. Facebook merupakan perusahaan muda yang bergerak cepat yang telah terbukti angkuh dalam pergerakannya, kurang begitu peduli kepada privasi data pengguna, dan mudah diakses orang lain. Di lain pihak, Google merupakan perusahaan yang jauh lebih matang yang terlihat jauh lebih terpercaya ketimbang Facebook. Sebagian besarnya, Google telah beroperasi berdasarkan slogannya "Jangan Menjadi Jahat".

TIK-Waspadai Twitter!

Tidak disangka-sangka, kehadiran microblogging Twitter (twitter.com) yang setiap pesannya terbatas 140 karakter menjadi momok yang menakutkan bagi industri media arus utama (mainstream), baik media cetak, elektronik, maupun online. Mengapa menakutkan?

Alan Rusbridger, kolumnis teknologi Guardian.co.uk, pada 19 November merilis sebuah artikel mengenai 15 alasan mengapa Twitter bisa menjadi masalah bagi organisasi media. Opininya itu tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti pemilik dan pegiat media, tetapi lebih sekadar peringatan semata. Rusbridger justru menyarankan pemilik media berdamai dan tidak harus malu mengadopsi kelebihan Twitter dalam mendistribusikan kontennya.

Bagi warga dunia maya (netizen), Twitter yang mulai online sejak 15 Juli 2006 adalah sebuah keniscayaan. Dengan tekanan waktu dan kesibukan, warga di dunia maya ini tidak lagi ngeblog dengan membuat posting yang panjang lebar. Cukup berkicau seperti burung tentang apa yang terjadi dan menginformasikan peristiwa yang menimpanya atau orang lain, pesan sudah sampai secara berantai.

Twitter yang dikembangkan Jack Dorsey adalah pesan singkat (SMS) virtual yang bekerja di internet. Twitter tidak lebih dari SMS internet. Sebagaimana sebuah pesan singkat, ia dibatasi hanya 140 karakter. Lantas pesan (tweet) apa yang bisa disampaikan para tweep (penyampai tweet) lewat batasan 140 karakter? Bagaimana mungkin industri media bisa terganggu oleh pesan 140 karakter itu?

Sebelum menjawab serenceng pertanyaan ini, baiknya simak terlebih dahulu 15 pikiran Rusbridger mengapa media arus utama perlu mewaspadai Twitter:

1) Distribusi yang mengagumkan. Benar, pesan hanya dibatasi 140 karakter, tetapi di dalamnya tersimpan tautan yang mengantarkan siapa pun ke sebuah situs yang alamat domainnya sudah dipendekkan. Lewat pesan viral-nya, pesan bisa tersebar. Tidak heran setiap situs yang sadar media sosial melengkapi fiturnya dengan ”share on Twitter”.

2) Menempatkan peristiwa lebih dahulu. Meski tidak selalu, banyak berita pertama muncul di Twitter sebelum jurnalis menuliskannya. Bahkan, breaking news bisa langsung diperoleh di Twitter.

3) Sebagai mesin pencari. Twitter adalah saingan Google. Pengguna Twitter yang jumlahnya mendekati angka 200 juta tidak lagi mencari informasi dari Google, tetapi langsung memperolehnya dari jutaan tweet yang mengalir setiap saat.

4) Agregat yang tangguh. Twitter adalah feed berita pribadi sesuai keinginan penggunanya. Tautan tempat berita itu tersimpan bisa langsung dibuka.

5) Bentuk pemasaran yang fantastis. Posting-an yang ditulis di web akan lebih cepat tersebar jika di-share di Twitter karena viral message yang memungkinkan sebuah pesan terus bergulir.

6) Alat reportase yang hebat. Tidak bisa dimungkiri, sekarang banyak wartawan mencari informasi atau ide berita dari Twitter.

7) Rangkaian percakapan. Twitter memungkinkan penggunanya berinteraksi aktif mengenai topik yang dibicarakan.

8) Lebih beragam. Pada media tradisional, hanya segelintir pembaca/pemirsa yang bisa memberikan umpan balik. Di Twitter, setiap orang bisa ”berkicau” sesukanya.

9) Mengubah ”nada” tulisan. Banyak keberanian menulis/bersuara muncul di Twitter. Orang yang semula aktif mendengarkan menjadi aktif berbicara menuangkan gagasan.

10) Hilangnya hierarki lapangan. Tidak semata orang terkenal yang didengar, orang biasa pun memungkinkan berinteraksi secara intens.

11) Memiliki nilai berbeda. Untuk informasi, orang tidak lagi bergantung kepada jurnalis profesional sebab jutaan tweep adalah ”jurnalis” itu sendiri yang siap berbagi informasi.

12) Memiliki rentang perhatian yang panjang. Twitter adalah bentuk ”kesadaran” baru, bahkan dengan menggunakan TweetDeck, pengguna bisa mengatur informasi yang dikehendaki berdasarkan subyek atau pertemanannya.

13) Menciptakan komunitas. Dimungkinkan terbentuknya masyarakat global berdasarkan kepentingan dan minat.

14) Mengubah pengertian tentang kewenangan. Daripada menunggu pendapat pakar yang dimuat/ditayangkan media, Twitter menggeser keseimbangan yang disebut kewenangan ”peer to peer”.

15) Agen perubahan. Isu yang diciptakan akan memengaruhi orang lain atau lembaga pemegang kewenangan. Ini yang disebut sebagai kolaborasi kekuatan media!

Bagi pemilik media massa, khususnya media cetak yang jauh dari kultur web, tidak ada alasan untuk takut karena pembaca media cetak punya kultur sendiri. Akan tetapi, kecenderungan orang mengakses informasi secara cepat harus menjadi pertimbangan. Persoalannya, Twitter menghadirkan kecepatan itu!

Cepat tidak identik dengan tepat. Bagaimana jika Twitter mampu mengadopsi jargon klasik jurnalistik ”get it first, but first get it right”? Ini menjadi persoalan, khususnya bagi media online yang berburu kecepatan, tetapi kadang mengabaikan ketepatan. Kultur Twitter terbentuk secara alamiah sebab tweep cenderung mencari tweet berkualifikasi ”right” selain ”first”. Tweep bukan semata sebagai konsumen penelan informasi, melainkan menjadi produsen yang memberi feed kepada tweep lainnya!

TIK-Ribuan Orang Antre Beli Galaxy Tab

Ribuan orang antre membeli tablet SamsungGalaxy Tab 10.1 di Pacific Place, Jakarta, Sabtu (2/7/2011).  Bahkan menurut petugas jaga, antrean sudah terjadi sejak Jumat (1/7/2011) pukul 20.00 WIB.

Kami tidak menyangka animo masyarakat terhadap produk Samsung Galaxy Tab 10.1 akan sebesar ini. Kami cuma menyediakan 1.000 nomor antrean dan nomornya sudah habis pas penjualan dibuka pukul 10.00 tadi.
-- Adwina Hargini



"Kami tidak menyangka animo masyarakat terhadap produk Samsung Galaxy Tab 10.1 akan sebesar ini. Kami cuma menyediakan 1.000 nomor antrean dan nomornya sudah habis pas penjualan dibuka pukul 10.00 tadi," kata Adwina Hargini, Media Relation Arc/Samsung, saat ditemui Kompas.com, di stan penjualan Samsung Galaxy Tab 10.1, Pacific Place Mall, Sabtu (2/7/2011) siang.

Meskipun nomor antrean telah habis, calon pembeli masih terus berdatangan hingga tengah hari. Banyaknya masyarakat yang tertarik untuk membeli hari ini pun tidak lepas dari ada potongan harga yang diberikan kepada konsumer.

Menurut Adwina, ini merupakan strategi promo, selain itu juga mengenalkan produk kepada masyarakat. "Tapi potongan harga tersebut hanya untuk hari ini," tambah Adwina.

Dari pengamatan Kompas.com tidak sedikit konsumer yang membeli dua hingga empat unit Galaxy Tab 10.1 sekaligus. Beberapa mengaku membeli untuk keluarganya. "Saya sudah mengantre dari pukul 06.00 WIB, dan baru dapat siang ini," kata Ny Alan (41) yang mengaku membeli produk ini untuk diberikan kepada anaknya yang baru berusia 13 tahun.

Selain harga yang tidak terlalu tinggi, tambah Alan, produk ini pun memiliki aplikasi yang lebih baru dan fitur-fitur yang lengkap. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Samsung Galaxy Tab 10.1 menggunakan sistem operasi Android 3.0 Honeycomb dan menggunakan prosesor 1 Ghz Tegra2 dual core dan dua antena wi-fi terpisah untuk pengiriman ataupun penerimaan data secara nirkabel. Perangkat ini juga ditunjang dengan teknologi 4G dan HSPA+ berkecepatan hingga 21 Mbps.